Pengalaman Perjalanan ke Singapura Melalui Jalur Darat

Pengalaman Perjalanan ke Singapura Melalui Jalur Darat   Ini kisah pengalaman Empat Emaks Petualang yang asyik untuk dikenang.  Benar-benar Perjalanan ke Singapura yang mengesankan dan penuh keberkahan.  Awalnya rencananya hanya ikut gabung teman-teman Blogger Bandung saja yang akan mengadakan traveling ke Kuala Lumpur.  Di tengah rencana itu tiba-tiba saja kami jadi berubah pikiran.  Sayang banget kalau cuman ke Kuala Lumpur karena ke sana kami sudah beberapa kali.

Akhirnya kami menambah destinasi, tentu saja budget pasti membengkak.  Karena traveling kali ini di luar rencana awal, maka budget kami pun sangat minim.  Perjalanan 3 atau 4 hari jadi membengkak satu minggu, kebayang kan berapa biaya tambahan untuk makan, penginapan dan transportasi.  Alhamdulillah semesta mendukung, di beberapa destinasi seperti Malaka selama semalam dan Singapura tiga hari kami tidak memerlukan biaya penginapan bahkan biaya makan, karena ada kerabat yang akan menampung.  Alhamdulillah.

Benar-benar Perjalanan ke Singapura yang sangat limited edition dan limited budget deh hihi… dan sepertinya akan sulit terulang kembali.  Di Malaka kami dilayani seperti tamu kehormatan saja.  Ustadz Adli yang menampung kami sangat memuliakan tamunya.  Begitulah, beliau mengaplikasikan hadist tentang memuliakan tamu.  O ya keberangkatan kami ke Malaka juga menggunakan jalur darat ceritanya ada di sini ya.

Ustadz Adli  ustadz lulusan S2 di Yaman yang juga hafidz qur’an ini memberikan kami kesempatan untuk bebas di rumahnya.  Sementara beliau sendiri beserta beberapa putranya mengungsi ke rumahnya yang lain.  Jadi di rumahnya tinggal kami para emaks petualang beserta istri dan dua anak kecilnya.  Alhamdulillah jadi kami bebas melepas jilbab kami, ini penting banget mengingat suhu udara yang Malaka yang memang panas.

Perjalanan ke Singapura

Bus Delima

Di tulisan ini saya ingin menceritakan Perjalanan ke Singapura dari Malaka menuju Singapura.  Untuk menghemat biaya perjalanan sekaligus mencari pengalaman baru kami memutuskan melakukan Perjalanan ke Singapura melalui jalan darat dengan menggunakan bus via Johor Baru.  Dari Malaka kami memilih naik Bus Delima dari Malaka Sentral karena harganya paling murah yaitu 26 RM.

Sebenarnya ada beberapa bus penyedia rute Melaka-Singapura ini seperti Delima Express, KKKL Express dan 707.  Masing-masing bus memiliki tujuan akhir di Singapura yang berbeda-beda. Kalau Delima Express yang kami pilih tujuan akhirnya adalah di City Plaza sementara KKKL Express di Katong dan 707 di Queen Street Bus Terminal daerah Kampung Bugis.

Pembelian tiket sebaiknya dilakukan melalui online untuk menghindari kehabisan tiket atau minimal kita harus cek di website untuk melihat ketersediaan tiket.  Ada beberapa penyedia tiket online yang bisa kita pilih  seperti Easybook dan Busonlineticket.

Terminar bus Melaka Sentral ini terlihat bersih, teratur dan rapi. Papan informasi terpampang dengan jelas. Kami mengikuti arah Terminal Bas Antar Negeri (Interstate Bus Terminal) karena memang tujuan kami menuju Singapura. Kalau bus-bus yang melayani rute sekitar provinsi Melaka kita bisa ikuti arah Terminal Bas Domestik.

Tepat pukul 13.00 siang waktu Melaka, bis pun meninggalkan peron kemudian langsung menuju ke aral tol.  Di sepanjang perjalanan melalui tol pemadangan kiri dan kanan dipenuhi kebun sawit.  Tidak terlalu menarik memang.  Oya sepertinya kebanyakan orang Indonesia datang ke Melaka untuk berobat ya. Soalnya saat kami tiba di Melaka kami bertemu dengan orang Indonesia dia langsung bertanya “Mau berobat juga ya..?” hahaha.  Melaka memang terkenal sebagai pusat medis bagi sebagian penduduk Indonesia.

Supir bis selama di perjalanan ke Singapura ini sedikit agak jutek, tampangnya seperti turis asing dan berbicara menggunakan bahasa Inggris.  Ternyata dia orang India dengan cashing bule karena rambutnya dicat pirang.  Meminta kami yang di dalam bis untuk menjaga kebersihan tapi nadanya tidak ramah.  Please biasa aja kali ga usah marah-marah yah, toh kami tidak membuang sampah sembarangan…. nanti cepat tua Om..hahaha…

Skip aja deh supir jutek yang pemarah, jangan diambil hati nanti merusak suasana hati kita, mendingan menikmati Perjalanan ke Singapura ini  saja ya hahaha.  Bus berhenti sebentar di sebuah rest area, kami dipersilakan untuk belanja atau ke toilet.  Tak lama kemudian bus pun melaju kembali, akhirnya kami pun memasuki Terminal Larkin Johor Bahru.

Perjalanan ke Singapura

Counter Imigrasi Malaysia di Johor Bahru

Tak lama kemudian kami memasuki Bangunan Sultan Iskandar yaitu Gedung imigrasi Johor Bahru.  Kami diminta untuk bersiap dan menurunkan barang bawaan kami. Di imigrasi Johor Bahru ini bus menungu kami melewati imigrasi. Setengah berlari sambil membawa barang bawaan kami, bergegas mengikuti penumpang lain menuju arah konter imigrasi.  Jujur saja kami bingung arahnya kemana, tapi kami menghapal penumpang yang satu bus dengan kami dan mengikuti jejak mereka.

Konter Imigrasi tidak terlalu penuh, alhamdulillah lancar sekali akhirnya kami pun bisa turun ke bawah dan kembali menuju bis yang tadi dan kembali melanjutkan perjalanan ke Singapura.  Oya hal ini berbeda sekali saat kepulangan dari Singapura menuju Kuala Lumpur imigrasi sangat penuh sekali. Suasana sedikit crowdit karena ramainya.  Hal itu terjadi karena weekend, dimana banyak tenaga kerja Malaysia yang bekerja di Singapura pulang berlibur ke negaranya.

Kurang lebih 30 menit kemudian kami sudah menyebrang jembatan dan memasuki wilayah Singapura.  Tempat yang dinamakan Woodland ini terlihat suasananya lebih ketat dari imigrasi di Johor Bahru tadi.  Oya toilet di sini ternyata tidak ada air nya ya gaess hanya menggunakan tissue  saja jadinya kita harus bekal air di botol minuman.

Kami bergegas turun dari bis sambil membawa barang lalu mengikuti penumpang lain menuju imigrasi.  Selanjutnya mencari bus  yang tadi dan akhirnya kami masuk kembali ke bus yang tadi. Saat kembali di bus kami sempat bingung dengan tujuan akhir kami. Setelah sang supir memeriksa tiket kami ternyata tujuan akhir kami bukan di City Plaza seperti tujuan Bus Delima ini.  Kami harus turun di Woodland ini karena tempat kami adalah Yishun Singapura.

Alhamdulillah ternyata kami sudah sampai Singapura tinggal mencari kendaraan menuju Yishun.  Di Kota Yishun inilah kami akan menginap selama tiga hari dua malam tepatnya di apartemen milik Bang Anwar kerabat kami.  Kami menyebutnya Hotel Anwar…hahaha…

Perjalanan ke Singapura

Singapura

Tips Perjalanan ke Singapura Melalui Jalur Darat

Dari pengalaman itu ada beberapa tips Perjalanan ke Singapura yang bisa disimpulkan yaitu:

  • Belilah tiket jauh jauh sebelum waktu keberangkatan terutama bila kita pergi di hari libur atau rombongan
  • Jaga Kebersihan, jangan buang sampah sembarangan.  ( Si supir bule india itu marah-marah katanya gara-gara suka kotor ada yang buang sampah sembarangan di bis)
  • Bawa tas yang ringkas, mudah dibawa, simpan yang rapi di bagasi ( Bisa jadi harus lari-lari menuju kounter imigrasi)
  • Bergerak cekatan di area imigrasi
  • Pastikan barang bawaan kita tidak ada yang mencurigakan, cari line yang kosong, atau yang paling pendek antriannya
  • Siapkan ballpoint dan alas untuk menulis (Utk mengisi form masuk Singapura ketika di dalam bis saat menyebrang dari Johor Bahru)
  • Pastikan kita mengingat bus yang kita tumpangi, merek, warna dan plat mobil juga drivernya.
  • Berdo’a dan selalu mengingat Allah SWT di setiap keadaan.

Nah teman-teman semoga tulisan Pengalaman Perjalanan ke Singapura Melalui Jalur Darat ini bermanfaat ya 🙂

Leave a Reply