Maldives Destinasi Impian Semoga Kan Menjadi Nyata

Posted on

idajourneys.com    Maldives Destinasi Impian Semoga Kan Menjadi Nyata     Tidak terasa tahun 2018 sebentar lagi akan segera berakhir.  Hanya tersisa sebulan lebih beberapa hari, lalu kemudian 2019 pun tiba.  Menyimak resolusi akhir tahun 2017 untuk membuat blog traveling, alhamdulillah sudah bisa terealisasikan dengan lancar.  Special thanks for my beloved husband yang sudah membuatku blog ida journeys ini.

Setelah membuat blog khusus traveling tentu saja akhirnya jadi sering berencana melakukan trip ke beberapa tempat.  Terlebih dua bulan sebelumnya yaitu semenjak November 2017 saya tergabung di ((klub)) Tiga Emaks Petualang dengan petualangan pertamanya ke Kuala Lumpur dan Thailand.  Jadi sering ngobrol pengen ke sana ke sini tapi terkadang hanya jadi wacana saja ..hehe…

Maldives Destinasi Impian
Tiga Emak Rempong eh Tiga Emaks Petualang

Secara pribadi sih untuk blog ini tahun ini ada beberapa rencana terabaikan yaitu ingin membuat tulisan tentang Tempat Wisata di Bandung minimal satu kali di tiap pekannya.  Kenyataannya saya tidak bisa sering jalan-jalan walau hanya di sekitar Bandung, jadinya ya rencana itu belum terealisasikan dengan baik.  Selebihnya tidak ada rencana khusus yang belum terealisasikan di tahun ini.

Maldives Destinasi Impian Semoga Kan Menjadi Nyata

Untuk tahun depan Tiga Emaks Petualang rencananya sih ingin ke Maldives… ups..hahaha….  Baru rencana sih semoga saja bisa terealisasikan.  Aamiin Allohumma Aamiin.  Makanya sekarang saya menulis tentang Maldives Destinasi Impian, Semoga Kan Menjadi Nyata.  Bermula dari rencana dulu, kalau ke Mekah backpackeran bareng Tiga Emaks Petualang mah engga akan dimasukkan sebagai traveling ah hehe.  Kenapa ingin ke Maldives ? Beberapa kali Andri nge share tempat ini ternyata memang keren sih …Saya pun jadi tergoda untuk mengetahui lebih lanjut tentang tempat ini.

pengalaman ke maldives
pengalaman ke maldives

Sekilas tentang Maldives

Maldives Destinasi Impian merupakan negara  kepulauan di Samudera Hindia.  Dalam Bahasa Indonesia negara ini dikenal dengan nama Maladewa.  Terletak di sebelah selatan barat daya India, sekitar 700km sebelah barat daya Srilangka.  Merupakan sebuah negara bekas jajahan Ingris yang mendapat kemerdekaannya pada tanggal 25 Juli 1965.  Negara berbentuk republik ini dikenal sebagai negara terkecil di dunia dengan luas area 90.000 km persegi yang terdiri dari 1192 pulau karang kecil.  Nama Maldives berasal dari bahasa sangsakerta Mala berarti untaian dan Dwipa yang berarti pulau.

Baca Juga :  Tempat Wisata Gratis di Kuala Lumpur

Awalnya perekonomian di sini berpusat pada perikanan, namun semenjak tahun 1970 tempat ini mendapatkan pemasukan besar dari aliran turis asing yang masuk ke negara ini.  Maldives terus berkembang menjadi pulau tujuan wisata yang menarik.  Maldives menawarkan  sejumlah besar pengalaman tropikal dengan keindahan tempatnya yang sangat luar biasa.  Perairannya merupakan rumah untuk sejumlah ekosistem laut sementara pantai pasir putihnya sudah sangat terkenal di seluruh dunia.

Maldives ternyata terancam hilang ditelan laut karena perubahan iklim dan peningkatan permukaan air laut.  Makanya sebelum hilang ditelan bumi, ada asyiknya juga bisa menikmati sekeping tanah surga di sini.  Dikenal sebagai negara Islam modern dengan 99 persen penduduknya beragama Islam yang cukup taat dimana sebagian besar penduduknya yang perempuan memakai jilbab.

Bahasa resmi negara dengan ibu kota Male ini adalah Bahasa Divehi yang sepintas bila mendengar penduduk di sana berbicara mirip bahasa India.  Tak usah khawatir karena ternyata sebagian besar penduduk negara ini paham berbahasa Inggris.

pengalaman ke maldives
pengalaman ke maldives

Cara Menuju Maldives

Bila kita akan mengunjungi Maldives lebih dahulu harus transit dulu di Singapura atau Kuala Lumpur, karena sampai saat ini belum ada penerbangan langsung ke sana.  Tarifnya beragam yang termahal tentu saja saat high season yaitu saat musim panas antara bulan Desember hingga April.

Dari Singapura ke Maldives membutuhkan waktu 4.5 jam, dengan perbedaan waktu dengan Indonesia sekitar 2-3 jam.  dan akan mendarat di Bandara Ibrahim Nasir di Pulau Hulhule.  Uniknya pulau ini hanya berisi bandara  saja.  Kini sudah ada jalan penghubung menuju pulau terdekatnya yaitu Pulau Hulhumale.

Transportasi Selama di Malvides

Pulau-pulau di Malvides adalah pulau-pulau kecil yang berjumlah ribuan. Untuk pergi antar pulau diperlukan transportasi berupa kapal atau pesawat.  Jarak antar pulau tentu saja beragam hal ini tentu saja membutuhkan waktu.  Untuk itu kita harus menentukan tujuan sebelum sampai di Maldives.

Sementara itu ketika kita berada di kota, kendaraan yang kita gunakan adalah taksi.  Hanya dua pulau yang tersedia taksi yaitu Pulau Male dan Hulhumale dengan jumlah yang cukup dan harga yang wajar.  Di pulau lain tidak ada taksi karena  tidak diperlukan.  Di pulau lain kita bisa berjalan kaki karena memang pulaunya sangat kecil, hingga tidak memerlukan taksi.

Baca Juga :  Tips Jalan-Jalan Murah di Kuala Lumpur 

Tidak Perlu Visa

Bagi turis Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke Maldives Destinasi Impian,  kini tidak memerlukan lagi visa selama kunjungannya tidak lebih dari 30 hari.  Sedangkan mata uang yang digunakan di Maldives adalah Rufyaa,  1 Rufyaa (MVR) sama dengan sekitar Rp 850 – 900.  Kursnya dari tahun ke tahun cukup stabil.  Selain Rufyaa turis pun bisa menggunakan Dollar Amerika.  1 Dollar setara dengan 15 MVR.

Menggunakan MVR selama di sana akan lebih menguntungkan karena lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan dollar.  Kita bisa menukarkan mata uang di bandara atau bisa mengambil di ATM hanya saja perlu dicatata ATM pun hanya tersedia di Bandara dan Pulau Hulhule saja.  Jadi harus dipersiapkan saat masih di bandara atau pulau Hulhule.

Biaya hidup di Maldives cukup tinggi.  Sekali makan di sana kita mungkin harus menyisihkan uang sekitar Rp 100.000,- dengan menu standar.  Sementara itu untuk penginapan kini sudah mulai ada yang harga murah sekitar Rp 500.000,- per malam dengan lokasi di tengah kota.  Penginapan di dekat pantai biayanya lebih mahal lagi.

Bagi para backpacker ada 3 pulau yang direkomendasikan dengan harga yang lebih miring yaitu Maafushi, Gulhi dan Graidhoo.  Maafushi terkenal sebagai tempat favorit bagi para backpacker karena di sini harga dan biaya hidup lebih murah.

Islam yang Cukup Taat

Seperti yang sudah disinggung di atas, penduduk Maldives mayoritas adalah muslim yang cukup taat.  Jum’at di Maldives ditetapkan sebagai hari libur.  Jadi selain kantor-kantor tutup hari jum’at kapal untuk menyebrang pun tutup kecuali kita menyewa 1 kapal.  Di sini para turis perempuan dilarang memakai bikini di pantai ataupun tempat publik.  Tetapi sekarang sudah disediakan lokasi-lokasi yang bebas berbikini dengan memberikan pembatas antara area boleh berbikini dan dilarang berbikini.

Selain itu juga di Maldives dilarang menjual alkohol atau pun membawanya dari luar tetap dilarang dan termasuk kepada tindakan yang ilegal.

Maldives Destinasi Impian …..

Menarik ya?  Dulu Maldives lebih dikenal sebagai tempat wisata bagi para pengantin baru yang akan berbulan madu.  Tetapi kini sudah banyak yang bukan untuk berbulan madu pun.  Keindahannya yang luar biasa menjadi magnit bagi para traveler.  Scuba, diving, dan snorkeling pasti merupakan kegiatan yang mengasyikan di sini.  Yuk ah mari ke sini sebelum kepulauan ini tenggelam … hehe…

Itulah sedikit cerita tentang Maldives Destinasi Impian, Semoga Kan Menjadi Nyata.  Semoga saja tidak hanya sebatas impian tapi betul-betul Tiga Emak Petualang bisa traveling ke sini.  Nyari sponsor dulu ah.. hehe… Semoga bermanfaat ya teman-teman..

 

Gravatar Image
Assalamualaikum, perkenalkan saya Ida Tahmidah, mommy traveller, blogger enthusiast, having fun with 5 children, Insya Allah suatu saat menjadi penulis hebat. Kunjungi juga web https://idatahmidah.com meet me at social Media, and say salam

25 thoughts on “Maldives Destinasi Impian Semoga Kan Menjadi Nyata

  1. Bu ida nih postingannya bikin mupeng hahaha. Insya Allah diijabah ya kalau memang waktunya udah sampai ya akan sampai ya. Aamiin. Aku pengen Madinah,jepang Maldive hahaha

  2. Iya Teh sebelum hilang segera ke sana…
    Hehehe…
    Kalau saja kepulauan seribu juga bisa dirawat dan ditata, bisa seperti Maladewa ini. Sayang ya di kita mah apa2 serba susah… Susah ngatur dan disiplinnya..

  3. Aroma Maldives semakin menggoda akuh.. tulisan ini membuatku untuk merealisasikan mimpi ketempat wisata impian ini.. siapa sih yang ngga ingin ke Maldives.. semua para traveler pasti punya wish list mengunjungi tempat ini.. dan aku baru tahu jika maldives sangat islami sekali.. larangan membawa alkohol, dan disediakan lokasi berbikini khusus.. Maldives tunggu aku yaaa

  4. Liburan yang ditunggu tunggu. Seru banget bisa nikmatin pantai dan pulau apalagi kehidupan sosialnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Jadi aman buat muslim yang ingin bertandang kesana. Seru banget euy

  5. Hai mba ida.. kenalan dulu ah. Aku Tya newbie di dunia per-blog-an. Tp msh semangat buat nulis.. hehehee..

    Btw, cerita maldives nya jd bikin kepengen bgt pergi ke sana. Seperti surga bgt ya kayanya… pantainya bikin ngiler.. kayanya bagus tuh buat spot foto.

    Mdh2an jd impian aku juga yg mau ke sana. Ditunggu info nya mba ttg maldives kalo emg udh jalan ke sana yaa…

  6. Wah teh ida ngabibita euy..mau lah ikutt sama teh ida halan2 ke maldives hehe. Tfs teh ida..ku jadi tau kalo penduduk maldives mayoritas muslim?

  7. Maldives aku pernah denger mbak, tempat ini premium banget loh, harga penginapannya aja selangit Wkwkwkwkwk bikin bahagia sekaligus stres hehehe salam kenal mbak dari #jejakbiru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *