Jalan-Jalan ke Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong

idajourneys.com  Ceritanya Jalan-Jalan ke Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong gara-gara ada keinginan terpendam.   Saat traveling ke Kraby dulu sempat melihat iklan tour Wisata Mangrove yang aduhai menggoda.  Sayang gak kesampaian karena waktunya tidak mencukupi.  Makanya ketika diajak jalan-jalan ke kampung halaman seorang sahabat saya di Indramayu dan menawarkan Ekowisata Mangrove sebagai salah satu destinasinya, langsung deh saya iya in.

Pagi hari mengendarai dua mobil kami bersiap menuju Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong, berangkat sekitar pukul 07.30 dari Cimahi.  Perjalanan yang diperkirakan hanya dua setengah jam, ternyata meleset dari perkiraan.  Banyak hal penyebabnya salah satunya karena kami tidak menggunakan Tol Cipali.  Menggunakan jalan raya biasa ternyata jauh lebih lama… Tadinya sih berpikir karena tempat yang dituju jauh dari tempat keluar tol..

Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong

Makanan Siang dulu, tampak penampakan Gombyang Ikan Manyung after dan before 🙂

Tiba di Indramayu saat adzan dzuhur sudah berkumandang, akhirnya kita mampir di rumah makan dekat tempat Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong.  Nama rumah makannya adalah RM Adinda.  Sederhana saja sih tempatnya, menu yang disajikan juga hanya menu makanan bernama Gombyang.  Ikan yang digunakan ikan Manyung, khas Indramayu banget pastinya.  Minuman yang disediakan pun terbatas hanya air teh dan air jeruk eh kelapa muda ada juga sepertinya hehe..

Walaupun sederhana tempatnya, tetapi rasa makanannya  memang luar biasa maknyus. pantas aja Gombyang Indramayu dengan ikan Manyun nya begitu terkenal.  Awalnya sempat mau protes karena nasi yang dihidangkan dingin, karena memang sudah disajikan sejak awal di tiap meja. Tetapi ternyata setelah ditemani lauk berupa Gombyang Ikan Manyung yang panas, dinginnya nasi jadi tidak terasa. Kita bertujuh plus dua orang supir ditambah dua anak kecil hanya menghabiskan uang sebesar Rp 460.000,00 saja, cukup murah untuk makanan seafood selezat itu.

Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong Indramayu

Berperahu menuju hutan Mangrove Karangsong

Setelah ikut sholat di rumah makan itu, kami langsung menuju tempat Ekowisata  Hutan Mangrove Karangsong yang memang tidak jauh dari tempat kami makan.  Tempat wisata ini tidak jauh dari Masjid Agung dan Alun-Alun Indramayu. Kita tinggal belok kiri mengikuti jalan Siliwangi.  Nanti akan menemukan gapura besar Karangsong, dan sekitar tiga kilo meter kemudian sampai di lokasi.

Untuk memasuki Hutan Mangrove  kami harus membeli tiket perahu seharga Rp 15.000 per orang.  Anak kecil enggak dihitung ternyata, hingga kami cukup membeli 7 tiket saja, karena para supir pun enggan untuk diajak jalan-jalan.  Mungkin lelah, jadi waktu menanti kami digunakan untuk istirahat.  Kendaraan di parkir di kawasan yang sudah disediakan di sekitar pantai Karangsong.  Untuk parkir mobil kita cukup membayar Rp 10.000 dan motor Rp 5.000

Di perahu kami disuguhi pemandangan yang cukup mengasyikan, walau ternyata tak seeksotis iklan tour wisata mangrove di Krabi Thailand.  Namun cukup menyenangkan, menikmati sepoi angin di tengah udara Indramayu yang panas.  Pemandangan air yang tenang, dikelilingi pepohonan hutan bakau disekelilingnya.  Dari kejauhan tampak sekawanan burung bangau yang terlihat seperti titik-titik putih.  Baru tau itu burung bangau juga setelah memasuki hutan Mangrove.

Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong Indramayu

Berfoto dulu sebelum memasuki Hutan Mangrove

Sayang, jalan-jalan berperahu ria nya terasa hanya sekejap saja, padahal menyenangkan juga berperahu ria di tengah pemandangan yang segar bernuansa hijau alami.  Turun dari perahu kami tidak langsung memasuki hutan bakau alias ekowisata mangrove, tapi seperti biasa berfoto-foto dulu, sepertinya ini memang acara pokok ..hahaha…

Memasuki hutan Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong melalui titian jembatan bambu terasa menyenangkan, seperti memasuki lorong yang diliputi pohon bakau di kanan kiri dan atas.  Beberapa kali perjalanan terhenti hanya karena ingin berfoto ria.  Di sisi kanan dan menjorok ke dalam terlihat sekawanan burung bangau yang terlihat cukup besar.  Sepertinya mereka betah dan menikmati hidup di habitat aslinya.

Ekowisata Hutan Mangrove  Karangsong yang terletak di kawasan Desa Karangsong Kabupaten Indramayu ini  ditata cukup apik.  Ekowisata ini pemeliharaannya di dukung oleh Pertamina dan CSR dari beberapa korporasi.  Hutan mangrove yang berfungsi melindungi pantai dari abrasi pantai yang terus mendapat hantaman ombak air laut ini mulai dikelola dengan serius oleh PERTAMINA sejak 2010 dan menjadi tempat wisata andalan di Indramayu.

Di ujung perjalanan kita menemukan hamparan  pantai , walau tak seindah pantai di bagian selatan seperti Pantai Pangandaran namun cukup memenuhi kerinduan akan suasana pantai. Ada beberapa tempat yang terlihat kurang bersih, sepertinya ini yang harus diperhatikan oleh pihak pengelola.  Namun secara umum jalan-jalan di hutan mangrove ini sangat menyenangkan.

Lokasi Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong

Oya FYI selain Ekowisata Mangrove di Indramayu kita bisa juga bisa lho bersnorkling ria atau diving di Pulau Biawak yang berlokasi sekitar 40 km dari Ekowisata Mangrove Karangsong ini.  Dengan menyewa perahu nelayan kita bisa menuju Pulau Biawak yang memiliki pasir pantai yang bersih, air laut yang jernih dan tentu saja pemandangan bawah laut yang  konon sangat indah menawan.

Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong Indramayu

Berbagai papan informasi yang kami temukan di sana

Sayang waktu kami sempit hingga tidak sempat pergi ke sana.  Selepas dari Hutan Mangrove kami hanya sempat ke tempat oleh-oleh batik tulis, tempat oleh-oleh khas Indramayu dan mengunjungi sebuah SMK yang memproduksi makanan frozen olahan ikan laut.  Keren juga mereka bisa memproduksi ikan laut menjadi otak-otak, rolade, baso ikan, kaki naga, siomay, nugget ikan dan lainnya.

Rencana ke tempat pelelangan ikan pun batal total, padahal rencananya mengapa membawa dua mobil besar adalah persiapan tempat oleh-oleh berupa stereoform-stereoform yang dipenuhi ikan..hahaha. Konon membeli ikan langsung di tempat pelelangan ikan jauh lebih murah. Bukan rejeki kami rupanya… tapi tetap bersyukur karena diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa jalan-jalan dan mentadaburi ayat-ayat kauniyah berupa ciptaan Nya.

Semoga tulisan Jalan-Jalan ke Ekowisata Hutan Mangrove Karangsong ini bermanfaat ya teman-teman.. 🙂

 

 

11 Comments

  1. Tian Lustiana March 2, 2018
  2. Firda Winandini March 2, 2018
  3. Herva Yulyanti March 2, 2018
  4. Noniq March 2, 2018
  5. Armita Fibriyanti March 2, 2018
  6. Anik March 2, 2018
  7. lendyagasshi March 4, 2018
  8. Nathalia DP March 5, 2018
  9. Kemana-lagi March 6, 2018
  10. Hastira March 8, 2018
  11. Kidemang March 11, 2018

Leave a Reply