Beli Rumah di Bandung Pinggir Jalan Pasti Untung? Eits, Baca Dulu yang Satu Ini!

idajourneys.com Beli Rumah di Bandung Pinggir Jalan Pasti Untung? Eits, Baca Dulu yang Satu Ini!

(Photo: Pixabay)

Prospek investasi properti di Kota Bandung merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Apalagi, jika kita beli rumah di Bandung pinggir jalan raya yang ramai akan orang melintas, jadi makin untung deh!

Banyak orang yang ingin membeli rumah dipinggir jalan karena prospek investasinya di masa depan yang sangat baik.

Memang, rumah yang berlokasi di pinggir jalan biasanya memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada rumah yang terdapat di sebuah komplek perumahan atau kawasan pemukiman penduduk.

Apalagi di Kota Bandung, banyak orang yang ingin beli rumah di Bandung pinggir jalan raya, sebab mereka dapat menyulap tempat tersebut menjadi lokasi usaha, seperti kafe, restoran, dan sebagainya.

Jika teman-teman sering melewati kawasan Jalan Dago dan Jalan Riau, di sana bertebaran rumah-rumah pinggir jalan yang diubah menjadi tempat nongkrong anak muda.

Prospektif sekali, bukan? Apakah teman-teman berminat untuk beli rumah di Bandung pinggir jalan?

Selain itu, ada beberapa keuntungan lain lho, yang bisa kita dapatkan apabila kita memiliki sebuah hunian yang letaknya di pinggir jalan raya.

Mau tahu apa saja? Yuk, sama-sama kita simak penjabarannya di bawah.

(Photo: Startup Stories)

Keuntungan memiliki rumah di pinggir jalan

1. Akses yang mudah

Seperti yang banyak orang katakan, dalam membeli sebuah rumah, lokasi adalah faktor utama yang harus selalu diperhitungkan.

Salah satu kelebihan dari rumah pinggir jalan adalah aksesnya yang mudah untuk ditemukan.

Orang yang ingin berkunjung ke rumah teman-teman enggak perlu ribet-ribet masuk ke dalam gang seperti jika kita tinggal di sebuah pemukiman padat penduduk.

Selain itu, dengan lokasinya yang berada dipinggir jalan raya, akses untuk mendapatkan angkutan umum juga menjadi lebih gampang, serta dekat dengan berbagai fasilitas publik lainnya.

Misalnya teman-teman beli rumah di Bandung pinggir Jalan Dago, tentu saja kita akan bertetangga dengan banyak sekali pusat perbelanjaan, kuliner, dan pertokoan yang ada di kawasan tersebut.

Menyenangkan sekali, bukan?

2. Prospek untuk berbisnis cerah

Mungkin inilah alasan terkuat seseorang ingin beli rumah di Bandung pinggir jalan raya.

Sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, banyak sekali turis lokal maupun mancanegara yang datang ke Bandung setiap harinya.

Bayangkan, jika kita beli rumah di Bandung pinggir jalan yang dipadati oleh para turis, kemudian kamu jadikan rumah tersebut sebagai lokasi usaha, berapa banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan?

Apakah cuma rumah di pinggir jalan yang sering didatangi turis saja yang memiliki potensi bisnis yang baik? Bagaimana dengan rumah di kawasan pemukiman penduduk?

Tenang, tentu saja sama!

Meski rumah kita berada di tepi jalan yang tidak terlalu strategis sekalipun, kamu tetap bisa menghasilkan pundi-pundi uang dengan berbisnis di lokasi tersebut.

Contohnya saja seperti membuka toko kelontong, minimarket, kedai makanan, laundry, atau kebutuhan rumah tangga lainnya untuk masyarakat sekitar.

3. Rumah pinggir jalan menaikkan nilai jual

Memang, rumah pinggir jalan biasanya berharga lebih mahal daripada rumah di kawasan lainnya.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Dua di antaranya sudah disebutkan sebelumnya, yaitu faktor lokasi dan juga faktor prospek investasi.

Alasan lainnya adalah karena permintaan masyarakat akan rumah-rumah di pinggir jalan yang sangat tinggi.

Banyak orang yang mencari lokasi rumah di pinggir jalan, sehingga menaikkan harga tawar dari rumah tersebut.

Jika teman-teman memiliki rumah di pinggir jalan dan ingin menjualnya, naikkan harga jual dari rumah yang kita miliki dengan melakukan renovasi dan tambahkan fasilitas pendukung lainnya.

Dijamin, rumah kita akan semakin mahal di pasaran!

Nah, tadi sudah disebutkan “manisnya,” sekarang saatnya memberitahukan “pahitnya” jika kamu beli rumah di Bandung pinggir jalan raya. Hehe.

Penasaran? Baca terus penjelasannya hingga selesai, ya.

Kerugian memiliki rumah di pinggir jalan

1. Kerap terpapar debu kendaraan

Risiko yang satu ini nampaknya sudah tidak dapat dihindari lagi jika kita memutuskan beli rumah di pinggir jalan raya.

Coba bayangkan, jika kita memiliki rumah di Bandung pinggir Jalan Soekarno-Hatta, yang menjadi langganan truk dan kendaraan besar melintas, akan bagaimana berdebunya rumah kita tersebut.

Selain rentan terpapar debu dan polusi udara, rumah yang berlokasi di pinggir jalan raya juga kerap terkena polusi suara, lho.

Suara bising yang diakibatkan oleh lalu-lalang kendaraan tentu tidak bisa dihindari, mengingat lokasi rumah yang hanya berjarak sekian meter dari badan jalan. Duh!

2. Rawan kecelakaan dan tindak kejahatan

Untuk yang satu ini, tentu kita tidak dapat menggeneralisasi seluruh tempat akan mengalami hal yang sama.

Namun, risiko ini lebih rawan terjadi kepada rumah-rumah yang berada di pinggir jalan apabila penghuninya tidak waspada.

Kita ambil contoh sebelumnya. Misalnya teman-teman membeli rumah di Bandung pinggir Jalan Soekarno-Hatta, yang merupakan jalan bypass dan kerap dilalui berbagai jenis kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Potensi terjadinya kecelakaan di depan rumah pun bisa timbul kapan saja.

Apalagi jika kita memiliki anak kecil, jangan biarkan mereka bermain sendirian di luar rumah.

Selain itu, rumah pinggir jalan juga rawan tindak kejahatan, mulai dari yang berat seperti kemalingan, sampai kejahatan yang ringan seperti vandalisme.

Yang harus kita lakukan adalah memperketat keamanan lingkungan rumah tersebut, bisa dengan melakukan ronda malam, dan lain-lain.

Untuk hal ini, agaknya rumah-rumah di kompleks perumahan sedikit lebih unggul.

Pasalnya, kompleks perumahan biasanya dijaga oleh beberapa orang penjaga atau satpam, serta diperkuat dengan alat-alat keamanan seperti CCTV, dan dipantau selama 24 jam non-stop.

3. Sulit untuk keluar-masuk rumah

Akses boleh gampang dan dekat menuju berbagai lokasi publik, namun kekurangan dari rumah yang berada di pinggir ajalan adalah, sulit untuk mengeluarkan atau memasukkan mobil ke dalam rumah.

Jika teman-teman sering melewati kawasan Jalan Cipaganti, Bandung. Tentu teman-teman juga kerap melihat kemacetan di kawasan tersebut yang disebabkan oleh keluar-masuknya kendaraan warga sekitar.

Sudah macet, kita harus memasukkan mobil ke dalam rumah. Sudah barang tentu, suara klakson dari pengendara lainlah yang akan kita terima.

Mungkin bukan masalah yang terlalu besar, namun jika kejadian tersebut terus berulang setiap harinya, tentu akan membuat jengkel, bukan? Hehe.

Setelah penjelasan di atas, apakah teman-teman masih ingin beli rumah di Bandung pinggir jalan raya?

Jika iya, kita bisa membeli berbagai rumah pinggir jalan di Kota Bandung lewat situs jual beli rumah terbesar dan terpercaya di tanah air, 99.co Indonesia.

Namun, apapun pilihannya, pastikan rumah yang kita beli sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Jika diperuntukan sebagai hunian, rumah-rumah di kompleks perumahan juga nyaman kok untuk ditempati.

Lagi pula, harga rumah yang lokasinya di pinggir jalan raya mahal-mahal lho, teman-teman yakin enggak mau beli rumah KPR saja? Hehe.

Leave a Reply